Sabtu, 12 Maret 2011

BUKU PANDUAN PRAMUKA


LATAR BELAKANG

Salam Pramuka…..

Puji syukur ke khadirat Allah Swt yang telah memberikan nikmat iman, islam, dan ikhsan sehingga atas segala nikmatnya kami dapat menyusun teori dan praktik tentang KEPRAMUKAAN.
Sejalan dengan zaman era globalisasi yang semakin canggih ekstrakulikuler Pramuka kebanyakan para siswa atau siswi, mereka enggan untuk memilih ekstrakulikuler Pramuka sebagai organisasi yang mereka pilih, mereka memilih Organisasi Pramuka itu monoton dan tidak asyik. Organisasi Pramuka itu adalah salah satu wadah para siswa atau siswi untuk berkreatifitas sesuai dengan kemampuannya dan FAKTA-nya Pramuka adalah Organisasi yang masuk seluruh Organisasi seperti : OSIS, PMR, PASKIBRA, CASPALA dan lain-lain.
Kenapa saya dapat mangatakan demikian, Pramuka adalah Organisasi yang memiliki banyak pelajaran didalamnya, Pramuka mempunyai system kerja menyusun dan menginferensi Administrasi, Ilmu tentang kesehatan, Ilmu teori dan Praktik baris-berbaris, permainan begitu asyik dan perlu digaris bawahi bahwa Organisasi Pramuka sangat erat sekali dengan Alam.

MOTTO GERAKAN PRAMUKA
Motto Gerakan Pramuka merupakan bagian terpadu proses pendidikan untuk mengingatkan setiap anggota  Gerakan Pramuka bahwa setiap megikuti kegiatan berarti mempersiapkan diri untuk mengamalkan kode kehormatan Pramuka.

Motto Gerakan Pramuka adalah  “ SATYAKU KUDARMAKAN DARMAKU KUBAKTIKAN “

Manfaat Motto Gerakan Pramuka terhadap Jiwa anggota Pramuka, antara lain :
1.             Menanamkam rasa percaya diri.
2.             Menambah semangat pengabdian pada masyarakat, bangsa dan negara.
3.             Siap mengamalkan Satya dan Darma Pramuka.
4.             Rasa bangga sebagai Pramuka.
5.             Memiliki Buadaya Kerja yang dilandasi pengabdiannya.
Motto Gerakan Pramuka wajib dihayati dan selalu diingat bagi anggota Pramuka dalam merealisasikan pengamalan Satya dan Darma Pramuka dalam kehidupan sehari hari.

Untuk meningkatkan kebanggaan dan kekompakan dalam satuan Gerakan Pramuka (Ambalan), disamping wajib menggunakan Motto Gerakan Pramuka juga diperbolehkan membuat motto Satuan di satuan masing-masing.
Dan dalam rangka Revitalisasi Gerakan Pramuka yang di canangkan oleh Presiden Repubik Indonesia selaku Ka Mabinas Gerakan Pramuka bahwasannya Pramuka itu di jabarkan sebagai berikut :

P    erilaku Gerakan Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter bangsa,
R  aih keberhasilan melalui kerja keras secara cerdas dan ikhlas,
A  jak kaum muda meningkatkan semangat bela Negara,
M   anfaatkan tekad kaum muda sebagai patriot pembangunan
U  tamakan kepentingan Bangsa dan Negara di atas segalanya,
K  okohkan persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia,
A  amalkan Satya dan Darma Pramuka,

Cibuaya, …………….2009


Penulis

DAFTAR ISI

Latar Belakang ..................................................................................................     1
Daftar isi ..........................................................................................................     4
Materi I
Pengetian Mengajar..........................................................................................   10
Materi II
Pandangan Umum Dalam Gerakan Pramuka ...................................................   14
Materi III
System Tanda Kecakapan Tanda Kecakapan Umum  (SKU).............................  31
Materi IV
Struktur Organisasi Gerakan Pramuka ............................................................   52
Materi V
Ilmu Pengetahuan Kepramukaan......................................................................   55
Materi VI
SYSTEM AMONG ...........................................................................................   64
Materi VII
TEKSPRAM ....................................................................................................   70
Materi VIII
PPDG ..............................................................................................................   96
IX_Lagu-lagu ................................................................................................... 110
8-Point Star: SIAGA 



DWISATYA


Aku berjanji akan bersungguh-sungguh;
- Menjalankan kewajiban terhadap tuhan dan Negara kesatuan Republik Indonesia dan menurut aturan keluarga
- Setiap hari berbuat kebaikan


DWIDARMA

-   Siaga itu menurut ayah dan ibunya
-   Siaga itu berani dan tidak putus asa






8-Point Star: PENGGALANG 





TRYSATYA

Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh;
- Menjalankan kewajibanku terhadap tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila.
- Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat
- Menepati Dasa darma



8-Point Star: PENEGAK





TRYSATYA

Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh;
- Menjalankan kewajibanku terhadap tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila.
- Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat
- Menepati Dasa Darma
DASA DARMA

Pramuka itu;

  1. Taqwa kepada tuhan yang maha esa
Kita sebagai manusia harus bertaqwa kepada Allah SWT, dalam arti menjalani perintahnya dan menjauhi segala larangannya.

  1. Cinta alam dan kasihsayang sesama manusia
Kita harus menjaga kelestarian lingkungan dan memanfaatkan sumber daya alam dengan sebaik-baiknya, kita juga sebagai mahluk hidup harus mencintai sesama manusia, yaitu dengan cara menyayangi anak muda dan menghormati orang tua.

  1. Patriot sopan dan kesatria
Kita harus memiliki jiwa patriotisme dan bersifat sopan kepada sesama.

  1. Patuh dan suka bermusyawarah
kita harus mematuhi keputusan yang telah di sepakati bersama dan kita juga menghargai pendapat yang dikemukakan orang lain.

  1. Rela menolong dan tabah
Kita sebagai mahluk hidup sosial, kita harus saling tolong menolong karena kita tidak dapat hidup tanpa orang disekitar kita, dan apabila kita mendapatkan musibah kita harus menghadapinya dengan tabah dan tenang, karena Allah tidak akan menimpahkan musibah di luar kemampuan kita.

  1. Rajin terampil dan gembira
Kita harus memiliki sifat rajin dan kreatif dalam berbagai hal yang positif, seperti mengikuti kegiatan Pramuka.

  1. Hemat, cermat dan bersahaja
Kita harus hemat, baik harta, tenaga atau pun pikiran, tetapi apabila hal tersebut sangat diperlukan maka keluarkanlah semampunya.





  1. Disiplin berani dan setia
Kita sebagai orang yang hidup dialog era globalisasi harus memiliki sifat disiplin, misalnya mengajukan pendapat apabila ada permasalahannya.

  1. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
Apabila kita melanggar peraturan maka kita harus berani bertanggung jawab, dan menerima konsekuensinya.

  1. Suci dalam pikiran perkataan dan perbuatan
Kita jangan berpikiran kotor, dan juga harus menjaga perkatan yang akan menyinggung perasaan orang lain.

















BAB I
Pengertian Mengajar
















1.  Pengertian Mengajar
      Mengajar menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia adalah memberikan pelajaran.

sedangkan pelajaran adalah suatu yang dikaji, dipahami atau yang diajarkan  misalnya membaca, latihan dan penyelidikan. Proses mengajar berbentuk pelajaraan yang memberikan ilmu atau pengetahuan serta juga memberikan keterampilan kepada anak-anak. Pengajaran dapat juga diartikan sebagai pembentuk potensi siswa yang Intelektual bertujuan agar berkembang optimal.   
      Dengan pengertian-pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa mengajar adalah memberikan atau menyampaikan sesuatu dengan cara membimbing dan membantu kegiatan belajar kepada seseorang ( peserta didik ) dalam mengembangkan potensi Intelektual, ( ditambah emosional serta spiritualnya ) sehingga potensi-potensi tersebut dapat berkembang secara optimal.
Hal ini senada yang dikemukakan Willam Burton
“ Teaching is the guidance of learning activities, teaching is for purpose of aiding the pupil learn ”
“yang berarti bahwa mengajar itu memimpin aktivitas kegiatan belajar dan bembantu/membimbing siswa untuk belajar” .
Dalam pengertian ini maka aktivitas peserta didik sangat diperlukan dalam belajar mengajar sehingga mereka berperan aktif.
Pada kenyataannya di ekstrakulikuler ini masih ada atau mungkin masih banyak pembimbing/pelatih yang aktif dan peserta didik hanya sedikit atau bahkan sama sekali tidak diberi kesempatan untuk aktif.
Maka dengan itu kita selaku pembimbing sehendaknya memberikan kesempatan kepada adik-adik untuk berkomunikasi dan berintraksi sesuai kemampuannya.

2.      Arti Mengajar
Sebagaimana kita ketahui, bahwa mengajar atau memberikan pelajaran adalah:
·         Memberi tahu
·         Memberi nasihat
·         Memberi contoh
·         Menjelaskan
·         Mengarahkan

Lebih dari itu, mengajar adalah memberi kesempatan kepada murid (peserta didik) untuk :
·         Bertanya
·         Menjawab
·         Melaksanakan tugas
·         Mencari penyelesaian
·         Menemukan permasalahan
·         Berdiskusi Mengeluarkan pendapat





















Materi II
Pandangan Umum Dalam Gerakan Kepramukaan 














PANDANGAN UMUM DALAM GERAKAN KEPARMUKAAN

apakah Pramuka itu ?
Kepramukaan bukanlah ilmu yang harus dipelajari secara tekun, Kepramukaan adalah salah satu permainan yang menyenangkan di alam terbuka, tempat orang dewasa dan anak-anak pergi bersama-sama, mengadakan pengembaraan  seperti kaka dan adik, membina kesatuan, membina kesehatan, kebahagiaan bersama, keterampilan, dan kesetiaan memberi pertolongan.

A.  Pengertian Pramuka
      Kepramukaan pada hakekatnya adalah :
Ø  Suatu proses pendidikan dalam bentuk kegiatan yang menyenangkan bagi anak dan pemuda dibawah tangguang jawab orang dewasa.
Ø  Yang dilaksanakan diluar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan pendidikan keluarga dan alam terbuka.
Ø  Dengan menggunakan konsep Prinsip Dasar Kepramukaan.

Di samping itu kata pramuka juga dapat di artikan sebagai Praja Muda Karana yaitu Rakyat muda yang suka berkarya.
MAKNA DARI LAMBANG GERAKAN PRAMUKA
Bentuk lambang gerakan pramuka itu adalah Silhouette tunas kelapa. Arti kiasan lambang gerakan pramuka :
1.             Buah nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal, dan istilah cikal bakal di Indonesia berarti penduduk asli yang pertama, yang menurunkan generasi baru. Jadi lambang buah nyiur yang tumbuh itu mengkiaskan bahwa tiap anggota pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia.
2.             Buah nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan yang bagaimanapun juga. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap anggota pramuka adalah seorang yang rohaniah dan jasmaniah sehat, kuat, dan ulet serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi pada tanah air dan bangsa Indonesia.
3.             Nyiur dapat tumbuh dimana saja, yang membuktikan besarnya daya upaya dalam menyesuaikan diri dalam mesy dimana dia berada dan dalam keadaan bagaimanapun juga.
4.             Nyiur tumbuh menjulang lurus ke atas dan merupakan salah satu pohon yang tertinggi di Indonesia. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus, yakni yang mulia dan jujur, dan dia tetap tegak tidak mudah diombang-ambingkan oleh sesuatu.
5.             Akar nyiur tumbuh kuat dan erat di dalam tanah. Jadi lambang itu mengkiaskan tekad dan keyakinan tiap pramuka yang berpegang pada dasar-dasar dan landasan-landasan yang baik, benar, kuat dan nyata ialah tekad dan keyakinan yang dipakai olehnya untuk memperkuat diri guna mencapai cita-citanya.
6.             Nyiur adalah pohon yang serba guna dari ujung atas hingga akarnya. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap pramuka adalah manusia yang berguna, dan membaktikan diri dan kegunaannya kepada kepentingan tanah air, bangsa dan negara Republik Indonesia serta kepada umat manusia.








B.  PENGGUNAAN LAMBANG
Lambang gerakan pramuka dapat digunakan pada panji, bendera, papan nama kwartir dan satuan, tanda pengenal administrasi gerakan pramuka. Penggunaan tersebut dimaksudkan sebagai alat pendidikan untuk mengingatkan dan meningkatkan kegiatan gerakan pramuka sesuai dengan kiasan yang ada pada lambang gerakan pramuka tersebut.
Gambar lambang gerakan pramuka
Image 








                     









C.  SIFAT PEMIMPIN
Untuk mencapai tujuan dalam berorganisasi diperlukan upaya-upaya yang sungguh-sungguh dari seluruh organisasi pengurus organisasi. Selain itu, diperlukan perlu pemimpin organisasi Pramuka yang beriman, bermoral, terampil, dan Demokrasi. Berikut akan dijelasakan maka dari itu pemimpin yang mempunyai krakteria, bermoral, berilmu, terampil, Demokrasi.
1.      Pemimpin yang Beriman adalah memiliki makna bahwa pemimpin yang percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga pemimpin dalam menjalankan wewenangnya tidak akan melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh norma agama.
2.      Pemimpin yang Bermoral artinya pemimpin tersebut memiliki sikap dan tingkah laku yang terpuji, tidak melakukan perbuatan tercela, yang dilarang norma kesopanan dan kesusilaan.
3.      Pemimpin yang Berilmu adalah pemimpin yang memiliki pengetahuan yang luas, memiliki pandangan jauh ke depan untuk memajukan suatu organisasi.


4.      Pemimpin yang Terampil adalah pemimpin yang mempunyai kecakapan untuk menggerakan orang-orang yang dipimpinnya agar dapat bekerja secara optimal dan mampu memberdayakan sumber daya yang ada.
5.      Pemimpin yang Demokratis adalah pemimpin yang mampu mendengarkan masukan, pendapat orang lain, bisa menghargai perbedaan yang ada dalam masyarakat, yang terlihat jelas ia tidak memaksakan kehendak pada orang lain dalam mengambil keputusan.
6.      Berani Mengkritik dan di Kritik dalam arti bisa mengkritik orang lain tapi menerima kritikan orang lain.










Berdasarkan Resulusi Konferensi Kepramukaan se-Dunia tahun 1942 di Kopenhagen Dermak, makna kepramukaan memiliki 3 sifat :

1.      Nasional : yang berarti suatu Organisasi yang menyelenggarakan kepramukaan disuatu Negara haruslah menyesuaikan pendidikanya itu dengan keadaan, kebutuhan dan kepentingan masyarakat, bangsa dan Negara.
2.      Internasional : yang berarti bahwa organisasi kepramukaan dinegara maupun di-Dunia ini harus membina dan mengembangkan rasa persaudaraan dan persahabatan antara semua pramuka dan sesama manusia, tanpa membedakan kepercayaan, golongan, suku dan bangsa.
3.      Universal : yang berarti kepramukaan dapat dipergunakan dimana saja untuk mendidik anak-anak dari bangsa apa saja, yang dalam pelaksanaannya sesuai menggunakan Prinsip Daras dan Metode Kepramukaan. 




D.  SALAM PRAMUKA
Salam (Penghormatan) wajib dilakukan bagi semua anggota Pramuka.Salam adalah suatu perwujudan dari penghargaan seseorang kepada orang lain atau dasar tata susila yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.
Fungsi Salam Pramuka.
Salam untuk melahirkan disiplin, tata tertib yang mewujudkan suatu ikatan jiwa yang kuat ke dalam maupun ke luar, yang hanya dapat dicapai dengan adanya saling menyampaikan penghormatan yang dilakukan secara tertib, sempurna dan penuh keikhlasan.
Dalam menyampaikan salam, baik yang memakai topi atau tidak, adalah sama yaitu dengan cara melakukan gerakan penghormatan.
Salam Pramuka digolongkan menjadi 3 macam :

1.      Salam Biasa.
Yaitu salam yang diberikan kepada sesama anggota Pramuka.




2.      Salam Hormat.
Yaitu salam yang diberikan kepada seseorang atau sesuatu yang kedudukannya lebih tinggi.Untuk Salam hormat diberikan kepada :
Bendera kebangsaan ketika dalam Upacara.
Jenasah yang sedang lewat atau akan dimakamkan.
Kepala Negara atau wakilnya, Panglima tinggi, para duta besar, para menteri dan pejabat lainnya.
Lagu Kebangsaan.
3.      Salam Janji.
Yaitu salam yang dilakukan ketika ada anggota Pramuka yang sedang dilantik (Dalam pengucapan janji yaitu Tri Satya atau Dwi Satya)













E.  ISTILAH GERAKAN PRAMUKA

Gerakan Pramuka adalah Nama organisasi yang merupakan wadah proses pendidikan kepramukaan yang dilaksanakan di Indonesia.
      Sebelum tahun 1961 di Indonesia pernah berdiri berbagai macam organisasi kepramukaan seperti Pandu Rakyat Indonesia (PRI), Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI), sekarang hanya satu organisasi yang di sebut gerakan pramuka.
Pramuka merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka yang berusia antara 7 sampai 25 tahun, dan berkedudukan sebagai peserta didik, yaitu:
-  Pramuka Siaga
-  Pramuka Penggalang “nama Satuan Pangkalan”
-  Pramuka Penegak “nama Satuan Ambalan”
-  Pramuka Pandega “nama Satuan Racana”
Kelompok anggota yang lain yaitu:
-  Pembina Pramuka,
-  satuan terpisah “satuan Putra dan satuan Putri,
-  Pelatih,
-  dan Majlis Pembimbing.
F.  KIASAN DASAR GERAKAN PRAMUKA
            Kiasan Dasar adalah alam pikiran yang mengandung kiasan (gambaran) sesuatu yang di sanjung. Yang menjadi kiasan dari gerakan pramuka adalah romantika perjuangan besar bangsa Indonesia. Oleh karena itu maka kiasan ini mengambil hal-hal yang ada hubungannya dangan perjuangan bangsa, baik pada masa lalu, maupun perjuangan pada masa sekarang.
Dasar Pengorganisasian Kepramukaan :
Golongan
Usia
Tingkatan
Satuan
Simbol
Tahun berdiri
Siaga
7-10 tahun
Mula, Bantu  dan Tata
Perinduk-kan
(Barung)
Warna
1916
di Inggris
Penggalang
11-16 tahun
Ramu, Rakit, dan Terap.
Pasukan
( Regu )
Binatang (Putra)
Putri
(Bunga)
1908
di Inggris
Penegak
17-20 tahun
Bantara, dan Laksana
Ambalan
( sangga )
Nama-nama Pahlawan
1918
di Inggris
Pandega
21-25 tahun
pandega
Racana
( Reka )
Nama-nama Pahlawan
Pasca kemerdekaan
Orang dewasa yang memimpin pramuka di sebut Pembina, anggota kwartir
G.  METODE KEPRAMUKAAN
1.  Metode Kepramukaan merupakan cara belajar interaktif progresif melalui:
a.    Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka;
b.   Belajar sambil melakukan;
c.    Sistem berkelompok;
d.   Kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani anggota muda dan anggota dewasa muda;
e.    Kegiatan di alam terbuka;
f.    Sistem tanda kecakapan;
g.    Sistem satuan terpisah untuk putera dan untuk puteri;
h.   Kiasan dasar;
2.   Metode Kepramukaan pada hakekatnya tidak dapat dilepaskan dari Prinsip Dasar Kepramukaan. Keterkaitan itu terletak pada pelaksanaan Kode Kehormatan.
3.   Metode Kepramukaan sebagai suatu sistem, terdiri atas unsur-unsur yang merupakan subsistem terpadu dan terkait, yang tiap unsurnya mempunyai fungsi pendidikan yang  spesifik dan saling memperkuat serta menunjang tercapainya tujuan.
H.  KODE KEHORMATAN
1.      Kode Kehormatan Pramuka yang terdiri atas Janji yang disebut Satya dan Ketentuan Moral yang disebut Darma merupakan satu unsur dari Metode Kepramukaan dan alat pelaksanaan Prinsip Dasar Kepramukaan.
2.      Kode Kehormatan Pramuka dalam bentuk Janji yang disebut Satya adalah:
a.       Janji yang diucapkan secara sukarela oleh seorang calon anggota Gerakan Pramuka setelah memenuhi persyaratan keanggotaan;
b.      Tindakan pribadi untuk mengikat diri secara sukarela menerapkan dan mengamalkan janji;
c.       Titik tolak memasuki proses pendidikan sendiri guna mengembangkan visi, mental, moral, ranah spiritual, emosional, sosial, intelektual dan fisiknya, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat lingkungannya.
3.      Kode Kehormatan Pramuka dalam bentuk Ketentuan Moral yang disebut Darma adalah:
a.       Alat proses pendidikan sendiri yang progresif untuk mengembangkan budi pekerti luhur.
b.      Upaya memberi pengalaman praktis yang mendorong anggota Gerakan Pramuka menemukan, menghayati, mematuhi sistem nilai yang dimiliki masyarakat dimana ia hidup dan menjadi anggota.
c.       Landasan gerak Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan melalui kepramukaan yang kegiatannya mendorong Pramuka manunggal dengan masyarakat, bersikap demokratis, saling menghormati, memiliki rasa kebersamaan dan gotong royong;
d.      Etik Organisasi dan satuan Pramuka, dengan landasan Ketentuan Moral disusun dan ditetapkan bersama aturan yang mengatur hak dan kewajiban anggota, pembagian tanggungjawab dan penentuan putusan.
4.      Kode Kehormatan Pramuka adalah Budaya Organisasi Gerakan Pramuka yang melandasi sikap, tingkah laku anggota Gerakan Pramuka dalam hidup dan kehidupan berorganisasi. 
5.      Kode Kehormatan Pramuka bagi anggota Gerakan Pramuka disesuaikan dengan golongan usia dan perkembangan rohani dan jasmaninya.

I.  PENGAMALAN KODE KEHORMATAN PRAMUKA
Kode Kehormatan dilaksanakan dengan :
1.      Menjalankan ibadah menurut agama dan kepercayaan masing-masing
2.      Membina kesadaran berbangsa dan bernegara
3.      Mengenal , memelihara, dan melestarikan lingkungan beserta alam seisinya
4.      Memiliki sikap kebersamaan , tidak mementingkan diri sendiri , baik dalam lingkungan keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat , membina persaudaraan dengan pramuka sedunia
5.      Hidup secara sehat jasmani dan rohani
6.      Belajar mendengar , menghargai dan menerima pendapat / gagasan orang lain , membina sikap mawas diri , bersikap terbuka , mematuhi kesepakatan dan memperhatikan kepentingan bersama , mengutamakan kesatuan dan persatuan serta membina diri dalam upaya bertutur kata dan bertingkah laku sopan , ramah dan sabar
7.      Membiasakan diri memberikan pertolongan dan berpartisipasi dalam kegiatan bakti maupun social , membina ketabahn dan kesabaran dalam menghadapi /mengatasi rintangan dan tantangan tanpa mengenail sikap putus asa
8.      Kesediaan dan keikhlasan menerima tugas yang ditawarkan sebagai upaya persiapan pribadi menghadapi masa depan , berupaya melatih ketrampilan dan pengetahuan sesuai kemampuanya , riang gembira dalam menjalankan tugas dan menghadapi kesulitan maupun tantangan
9.      Bertindak dan hidup secara hemat , serasi dan tidak berlebihan , teliti , waspada dan tidak melakukan hal yang mubadzir dengan membiasakan hidup secara bersahaja sebagai persiapan diri agar mampu dan mau mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi
10.  Mengendalikan dan mengatur diri , berani menghadapi tantangan dan kenyataan , berani dalam kebenaran , berani mengakui kesalahan , memegang teguh prinsip dan tatanan yang benar , taat terhadap aturan dan kesepakatan
11.  Membiasakan diri menepati janji , memenuhi aturan dan ketentuan yang berlaku , kesediaan untuk bertanggung jawab atas segala tindakan dan perbuatan , bersikap jujur dalam hal perbuatan maupun materi
12.  Memiliki daya pikir dan daya nalar yang baik, dalam upaya membuat gagasan dan menyelesaikan permasalahan , berhati – hati dalam bertindak , bersikap dan berbicara








MATERI III
SYSTEM TANDA KECAKAPAN
TANDA KECAKAPAN UMUM (TKU)










A.  SISTEM TANDA KECAKAPAN
           
1.      Tanda Umum
Dipakai secara umum oleh semua anggota Gerakan Pramuka yang sudah dilantik, baik putra maupun putri.
Contoh : Tanda tutup kepala, setangan / pita leher, tanda pelantikan, tanda harian, tanda WOSM 
2.      Tanda Satuan
Menunjukkan Satuan / Kwartir tertentu, tempat seorang anggota Gerakan Pramuka bergabung.
Contoh : Tanda barung / regu / sangga, gugusdepan, kwartir, Mabi, krida, saka, Lencana daerah, satuan dan lain-lain.
3.      Tanda Jabatan
Menunjukkan jabatan dan tanggungjawab seorang anggota Gerakan Pramuka dalam lingkungan organisasi Gerakan Pramuka


Contoh    :  Tanda pemimpin / wakil pemimpin barung / regu / sangga, sulung,pratama, pradana, pemimpin / wakil krida / saka, Dewan Kerja, Pembina, Pembantu Pembina, Pelatih, Andalan, Pembimbing, Pamong Saka, Dewan Saka dan lain-lain.
4.      Tanda Kecakapan
Menunjukkan kecakapan, ketrampilan, ketangkasan, kemampuan, sikap, tingkat usaha seorang Pramuka dalam bidang tertentu, sesuai golongan usianya.
Macamnya   :    Tanda kecakapan umum / khusus, pramuka garuda dan tanda keahlian lain bagi orang dewasa.
5.      Tanda Kehormatan
Menunjukkan jasa atau penghargaan yang diberikan kepada seseorang atas jasa, darma baktinya dan lain-lain yang cukup bermutu dan bermanfaat bagi Gerakan Pramuka, kepramukaan, masyarakat, bangsa, negara dan umat manusia.
Macamnya :
Peserta didik   :  Tiska, tigor, bintang tahunan, bintang wiratama,   bintang teladan.
Orang dewasa   : Pancawarsa, Darma Bakti, Wiratama, Melati, Tunas Kencana.















1.      TKU UNTUK PRAMUKA SIAGA
b.        Semua TKU untuk Pramuka Siaga dibuat dari kain,
c.         Tanda tingkat Siaga Mula :
1.      berbentuk jajaran genjang, dengan sisi pendek 1,3 cm dan sisi panjang 5 cm, warna dasar hijau tua, letaknya miring 300 ke kanan atas
2.      di dalam jajaran genjang tersebut terdapat gambar kelopak bunga kelapa yang sudah mulai terbuka, berwarna putih
3.      Garis tepi jajaran genjang berwarna hitam
4.      Jumlah jajaran genjang : satu buah
d.             Tanda tingkat Siaga Bantu :
1.             bentuk, ukuran, gambar dan warnanya
sama dengan tanda Tingkat Siaga Mula
2.             Jumlah jajaran genjang : dua bua

e.              Tanda tingkat Siaga Tata :
1.             bentuk, ukuran, gambar dan warnanya sama dengan tanda Tingkat Siaga Mula
2.             Jumlah jajaran genjang : tiga buah




















2.   PENGGALANG
TKU untuk Pramuka Penggalang
a.    Semua TKU untuk Pramuka Penggalang dibuat dari kain,
b.   Tanda tingkat Penggalang Ramu :
1.      berbentuk huruf V, dengan sisi pendek 1,3 cm dan sisi panjang kaki 4,5 cm, dan kedua kaki itu membentuk sudut 120 derajat, berwarna dasar merah. Sisi panjang kaki-kaki hurf V itu lurus.
2.      di dalam kedua kaki huruf V itu terdapat gambar mayang terurai (bertangkai bunga tiga buah) dan berwarna putih
3.      Garis tepi dari huruf V berwarna hitam
4.      Jumlah bentuk huruf V : satu buah

c.       Tanda tingkat Penggalang Rakit :
1.      bentuk, ukuran, gambar dan warnanya sama dengan tanda Tingkat Penggalang Ramu.
2.      jumlah bentuk huruf V : dua bua
d.      Tanda tingkat Penggalang Terap :
1.      bentuk, ukuran, gambar dan warnanya sama dengan tanda Tingkat Penggalang Ramu
2.      Jumlah bentuk huruf V : tiga buah

e.       Dikenakan pada lengan baju seragam Pramuka sebelah kiri, dengan kedudukan seperti huruf V menghadap ke atas, di bawah Tanda Regunya.
















3.      PRAMUKA PENEGAK

Satuan Satuan terkecil dalam Pramuka Penegak disebut sangga dan Kesatuan dari beberapa sangga disebut ambalan. Setiap Regu beranggotakan 5-10 orang Pramuka Penggalang dan dipimpin oleh seorang Pemimpin sangga yang dipilih oleh anggota sangga itu sendiri. Melalui musyawarah ambalan maka akan dipilih seorang pemimpin ambalan yaitu Pradana.

Dalam Golongan Pramuka Penggalang ada dua tingkatan, yaitu:
1. Penegak Bantara
2. Penegak Laksana

Setiap anggota Penegak yang telah menyelesaikan SKU ( Syarat Kecakapan Umum ) berhak mengenakan TKU (Tanda Kecakapan Umum) sesuai tingkatannya yang dikenakan pada bahu.



TKU untuk Pramuka Penegak
a.       Semua TKU untuk Pramuka Penegak berupa tanda pundak yang dibuat dari kain. Tulisan dan gambar pada     tanda tersebut dibuat dengan sulaman benang atau logam berwarna kuning emas.
b.      Tanda tingkat Penegak Bantara :
1.      berbentuk trapesium, berwarna dasar hijau tua, dengan panjang sisi alas 5 cm, sisi atas 4 cm, dan panjang kaki miring kiri dan kanan masing-masing 7,5 cm.
2.      di dalam trapezium tersebut terdapat gambar sebuah bintang bersudut lima, di bawahnya terdapat sepasang tunas kelapa yang berlawanan dan di bawah tunas kelapa ini terdapat tulisan BANTARA.


c.       Tanda tingkat Penegak Laksana :
1.      bentuk, ukuran, gambar dan warnanya sama dengan tanda Tingkat Penegak Bantara
2.      di bawah sepasang tunas kelapa terdapat tulisan berbunyi LAKSANA
4.     PRAMUKA PANDEGA
Pandega adalah sebuah golongan setelah pramuka Penegak . Anggota pramuka penggalang berusia dari 21-24 tahun.
Kode kehormatan Kode Kehormatan bagi Pramuka Pandega ada dua, Tri Satya dan Dasa Darma.
TKU untuk Pramuka Pandega
a.       TKU untuk Pramuka Pandega berupa tanda pundak yang dibuat dari kain. Tulisan dan gambar pada tanda tersebut dibuat dengan sulaman benang atau logam berwarna kuning emas.
b.      Tanda tingkat Pandega :
1.      berbentuk trapesium, berwarna dasar coklat muda, dengan ukuran dan gambar  seperti tanda Tingkat Penegak
2.      di bawah sepasang tunas kelapa terdapat tulisan berbunyi PANDEGA










B.   ATRIBUT DI AMBALAN






























Merupakan Atribut yang dipergunakan dilingkungan Golongan Penegak, antara lain:
1.          Badge Ambalan.
2.          Tanda Jabatan Pradana, Peminpin Sangga, wakil Pemimpin Sangga.
3.          Tanda Jabatan Dewan Ambalan 
4.          Tanda Sangga.
5.          Tanda Kecakapan Umum Penegak : Bantara ( Laksana Blm Tercantum) 







C.     TANDA TUTUP KEPALA 
Tanda Tutup Kepala :
1.       Tanda Tutup Kepala untuk Pramuka Siaga dan Pramuka Penggalang puteri dipasang pada bagian depan topi, tepat di tengah.
2.       Tanda Tutup Kepala untuk Pramuka Puteri lainnya serta orang dewasa wanita, dipasang pada pici sebelah kiri depan 2 cm dari sisi depan pici tersebut.
3.             Tanda Tutup Kepala untuk Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang dan Pramuka Penegak Putera, dipasang pada baret, tepat di atas bingkai baret, disebelah atas pelipis kiri pemakainya.




4.             Tanda Tutup Kepala untuk Pramuka Pandega dan orang dewasa pria, dipasang pada pici hitam di sebelah kiri depan, 2 cm dari sisi depan dan 1 cm dari sisi atas pici yang bersangkutan.





    














D.     TANDA KECAKAPAN PRAMUKA GARUDA




 











  E.   TANDA JABATAN PEMIMPIN BAGI PESERTA DIDIK




























F.  SATUAN KARYA PRAMUKA (SAKA)

1.      Satuan Karya Pramuka (Saka) merupakan wadah pembinaan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan anggota muda dan anggota dewasa muda dalam bidang tertentu serta melakukan kegiatan nyata sebagai pengabdian kepada masyarakat sesuai aspirasi pemuda Indonesia dengan menerapkan prinsip dasar dan metode kepramukaan.
2.      Kegiatan itu menghasilkan pengalaman,  tambahan pengetahuan dan teknologi, keterampilan dan kecakapan yang kelak menjadi bekal hidup anggota muda dan anggota dewasa muda.
3.      Setiap Satuan Karya Pramuka mengkhususkan diri pada pengabdian di bidang tertentu berdasarkan spesialisasi atau keterampilan khusus.
4.      Anggota Satuan Karya Pramuka adalah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega putera dan puteri dari gugusdepan di wilayah ranting yang bersangkutan, tanpa melepaskan diri dari keanggotaan gugusdepannya.
5.      Satuan Karya Pramuka dibina oleh Kwartir Ranting/Cabang
6.      Anggota Satuan Karya Pramuka wajib meneruskan pengetahuan dan kemampuannya kepada anggota lain di gugusdepannya sebagai Instruktur Muda.
7.      Anggota Putera dan anggota Puteri dihimpun dalam satuan karya yang terpisah, masing-masing merupakan satuan karya yang berdiri sendiri.
  












NAMA - NAMA SATUAN KARYA
 
NO
NAMA SAKA
BIDANG KEGIATAN
DASAR HUKUM
1.
Bahari
Kebaharian
SK.No.019 Tahun 1991
2.
Bhakti Husada
Kesehatan
SK.No.053 Tahun 1985
3.
Bhayangkara
Kamtibmas
SK.No.020 Tahun 1991
4.
Dirgantara
Kedirgantaraan
SK.No.018 Tahun 1991
5.
Kencana
Kepedudukan
SK.No.166 Tahun 2002
6.
Tarunabumi
Pertanian
SK.No.078 Tahun 1984
7.
Wanabakti
Kehutanan
SK.No.005 Tahun 1984















Materi IV
Struktur Organisasi gerakan Pramuka










Struktus Organisasi Pramuka
Siaga, Penggalang, dan Penegak

1  Tingkatan pertama di Pramuka adalah siaga
Organisasi Siaga            :  Seluruh organisasi masih dalam  naungan Pembina.

Nama ketua putra  : Pinru ( Pimpinan regu )
Nama ketua putri   : Pinru ( Pimpinan regu )

2. Tingkatan ke-dua di Pramuka adalah Penggalang
Oganisasi Penggalang  :  Masih naungan pembina hanya saja ada yang bersifat organisasi, seperti : Juru Uang (Bendahara), Krana (Sekretaris putra) dan Krani (Sekretaris putri).

Nama ketua Putra             : PRATAMA
Nama ketua Putri               : PRATAMI
Nama Satuan Penggalang adalah PANGKALAN

3. Tingkatan ke-tiga di Pramuka adalah Penegak
Organisasi Penegak : Sudah bukan naungan Pembina hanya saja jikalau ada permasalahan yang sangat penting Pembina ikut berperan.

Nama ketua Putra             : PRADANA
Nama ketua Putri               : PRADANI
Sekretaris Putra                  : KRANA
Sekretaris Putri                  : KRANI
Bendahara Putra                : Juru Uang Putra
Bendahara Putri                 : Juru Uang Putri
Mengatur kedisiplinan       :  Pemangku Adat

Sekbid ( seksi bidang )
Tekpram    : teknik kepramukaan
Humas       : yang mengatur kegiatan kepramukaan
Peralatan    : yang mengatur alat-alat yang di butuhkan oleh Pramuka
Sekbid yang lainnya bisa di cantumkan jikalau butuhkan….
Nama Satuan Penegak adalah AMBALAN








Materi V
Ilmu Pengetahuan Kepramukaan











A.     ARTI LAMBANG JAWA BARAT

LOGO KWARDA
( Jawa Barat )
Satu Tiang                          : Tuhan Yang Maha Esa
3 Jendela                           : Trisatya
10 Jendela                                     : Dasa Darma
2 Tunas Kelapa                  : Satuan terpisah Putra dan Putri
Kuning                               : Makmur
Hijau                                  : Subur
Merah                                : Berani
Putih                                  : Suci
Gema                                 : Indah                          
Ripah                                 : Tertib                          
Repeh                                : Aman
Rapih                                 : Bersih
Garis Hitam                       : Garis Wilayah Jawa Barat
Jawa barat                          : Kwarda
Karawang                          : Kwarcab       

B.     LAMBANG NEGARA REPUBLIK INDONESIA








Bangsa Indonesia memiliki Dasar Negara salah satunya yakni pancasila yang isinya :
1.      Ketuhanan yang maha esa
2.      Kemanusiaan yang adil dan beradab
3.      Persatuan indonesia
4.      Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5.      Keadilan sosial bagi seluruh rakya Indonesia

Arti dan makna lambang Negara Indonesia “GARUDA PANCASILA” yaitu:

1.      Burung garuda berwarna kuning emas mengepakkan sayapnya dengan gagah menoleh ke kanan. Dalam tubuhnya mengemas kelima dasar dari Pancasila. 
2.      Di tengah tameng yang bermakna benteng ketahanan filosofis,
3.      terbentang garis tebal yang bermakna garis khatulistiwa, yang merupakan lambang geografis lokasi Indonesia.  Kedua kakinya yang kokoh kekar mencengkeram kuat semboyan bangsa Indonesia “Bhinneka Tunggal Ika” yang berarti “Berbeda-beda, Namun Tetap Satu“.
Secara tegas bangsa Indonesia telah memilih burung garuda sebagai lambang kebangsaannya yang besar, karena garuda adalah burung yang penuh percaya diri, energik dan dinamis.  Ia terbang menguasai angkasa dan memantau keadaan sendiri, tak suka bergantung pada yang lain.  Garuda yang merupakan lambang pemberani dalam mempertahankan wilayah, tetapi dia pun akan menghormati wilayah milik yang lain sekalipun wilayah itu milik burung yang lebih kecil.  Warna kuning emas melambangkan bangsa yang besar dan berjiwa priyagung sejati.
Burung garuda yang juga punya sifat sangat setia pada kewajiban sesuai dengan budaya bangsa yang dihayati secara turun temurun.  Burung garuda pun pantang mundur dan pantang menyerah.  Legenda semacam ini juga diabadikan sangat indah oleh nenek moyang bangsa Indonesia pada candi dan di berbagai prasasti sejak abad ke-15.
Keberhasilan bangsa Indonesia dalam meraih cita-citanya menjadi negara yang merdeka bersatu dan berdaulat pada tanggal 17 Agustus 1945, tertera lengkap dalam lambang garuda. 
1.      17 helai bulu pada sayapnya yang membentang gagah melambangkan tanggal 17 hari kemerdekaan Indonesia,
2.      8 helai bulu pada ekornya melambangkan bulan Agustus,
3.      dan ke-45 helai bulu pada lehernya melambangkan tahun 1945 adalah tahun kemerdekaan Indonesia.  Semua itu memuat kemasan historis bangsa Indonesia sebagai titik puncak dari segala perjuangan bangsa Indonesia untuk mendapatkan kemerdekaannya yang panjang. 
Dengan demikian lambang burung garuda itu semakin gagah mengemas lengkap empat arti visual sekaligus, yaitu makna filosofis, geografis, sosiologis, dan historis.
C.     SEJARAH PRAMUKA

Pendiri kepramuka sekaligus bapak pandu se-dunia adalah “Boden Powel” nama lengkapnya “Lord Robert Stephanson Smith Boden Powel Of The Gill Will”, Beliau lahir pada tanggal, 22 Februari 1857 di London ( Inggris ). Ayahnya bernama “Boden Powel” ia adalah seorang dosen Geometris di Universitas Oxford ( UAS ). Pada tahun 1910, Baden Powell meminta pensiun dari tentara dengan peringkat terakhir Letnan Jendral. Beliau mendapatkan title Lord” dari Raja George pada tahun 1929.
1.      Beliau mempunyai adik yang bernama “Agnes” ia membentuk Gerakan Pramuka untuk putri yang bernama “Girl Guides”, dan kemudian diteruskan oleh Ny. Baden Powell.
2.      Tahun 1916 berdiri kelompok Pramuka Usia Siaga, yang disebut  “CUB” ( anak serigala ).
3.      Tahun 1918 baden Powell membentuk ROVER SCOUT (Pramuka Penegak) untuk usia lewat 17 tahun.
pada tahun 1912, Boden Powel menikah dengan “Olivia Santa Clair Saomes”, di karuniai 3 orang anak,
Gerakan pramuka se-dunia diciftakan Boden Powel Pada tahun 1848, 
Pada tanggal 8 Januari 1941 Boden Powel meninggal dunia.
Jambore Internasional di laksanakan di Inggris pada tanggal 16 Agustus 1920

Beberapa pengalaman Boden Powel yang menarik dan patut di teladani:
1.      Pengalaman di India sebagai pembantu Irtnan pada 13 kavaleri yang berhasil mengikuti jejak kuda yang hilang dan diketemukan di puncang gunung, serta keberhasilan melatih indra kepada “Kimbal O’hara
2.      Pengalaman terkepung bangsa boer dikota mapeking ( Afrika selatan ) selama 127 hari kekurangan makanan.
3.      Pengalaman melelahkan kerajaan Zulu di Afrika dan mengambil kalung manik-manik kayu di miliki “Raja Dinizulu”.
Tujuan gerakan pramuka dunia adalah agar dapat mengasilkan pemuda yang giat terampil dan ulet supaya dapat membangun Negara.
Gerakan pramuka dunia juga mempunyai keinginan atau cita-cita untuk yang satu dengan yang lain agar dapat berinteraksi terciptanya perdamaian dunia.

Bapak Pandu Indonesia “K.H Agus Salim”, yang mendirikan Gerakan Pramuka di Indonesia adalah “Soekarno” pada tanggal, 04 Agustus 1961 di Jakarta. 

















D.     LATAR BELAKANG PBB
Organisasi PBB berdiri setelah melalui proses kesepakatan dan perjanjian-perjanjian perdamaian, selama berlangsung perang dunia ke2 sampai berakhirnya perang dunia ke2. perdana Menteri Inggris dan Amerika Serikat mengadakan pertemuan pada tanggal 14 Agustus dengan menghasilkan piagam Atlantik sekaligus mengganti LBB yang gagal dalam tugasnya.
 Isi pokok piagam Atlantik tersebut (Atlantik Charter)
Yakni perlu adanya kesepakatan dan kerja sama antara bangsa dalam menyelesaikan sengketa, sedangkan Charter Peace (Piagam Perdamaian) ialah piagam yang berhasil disusun oleh Konferrensi San Fransisco (26 Juni 1945).
Tujuan PBB didirikan ialah sebagai memelihara perdamaian dan perdamaian Internasional, mengadakan hubungan bangsa-bangsa dalam soal ekonomi, sosial, kebudayaan, dan kebebasan kemerdekaan, serta sebagai pusat penyesuaian tindakan bangsa-bangsa. Salah satu Organisasi PBB yakni :
FAO        : Food and Agriculture internasional,
GATT     : General Agreement Atomic on Tariff and Trage,
ICAO      : Internasional Cipil Aviation Organization.








MATERI VI
SYSTEM AMONG










A.  SISTEM AMONG

      Sistem among adalah system yang di gunakan di Gerakan Pramuka

1.      Pendidikan dalam Gerakan Pramuka ditinjau dari hubungan antara pembina dengan anggota muda dan anggota dewasa muda menggunakan sistem among.
2.      Sistem Among berarti mendidik anggota Gerakan Pramuka menjadi insan merdeka jasmani, rokhani, dan pikirannya, disertai rasa tanggungjawab dan kesadaran akan pentingnya bermitra dengan orang lain.
3.      Sistem among mewajibkan anggota dewasa Gerakan Pramuka melaksanakan prinsip-prinsip kepemimpinan sebagai berikut:
a.       Ing ngarso sung tulodo maksudnya di depan menjadi teladan;
b.      Ing madyo mangun karso maksudnya di tengah membangun kemauan;
c.       Tut wuri handayani maksudnya dari belakang memberi dorongan dan pengaruh yang baik ke arah kemandirian.
4.      Dalam melaksanakan tugasnya anggota dewasa wajib bersikap dan berperilaku berdasarkan:
a.       Cinta kasih, kejujuran, keadilan, kepatutan, kesederhanaan, kesanggupan berkorban dan rasa kesetiakawanan sosial.
b.      Disiplin disertai inisiatif dan tanggungjawab terhadap diri sendiri, sesama manusia, negara dan bangsa, alam dan lingkungan hidup, serta bertanggung-jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa.
5.      Hubungan anggota dewasa dengan anggota muda dan anggota dewasa muda merupakan hubungan khas, yaitu setiap anggota dewasa wajib memperhatikan perkembangan anggota muda dan anggota dewasa muda secara pribadi agar perhatian terhadap pembinaannya dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan kepramukaan. 
6.      Anggota Dewasa berusaha secara bertahap menyerahkan pimpinan kegiatan sebanyak mungkin kepada anggota dewasa muda, sedangkan anggota dewasa secara kemitraan memberi semangat, dorongan dan pengaruh yang baik.






B. CONTOH PEMBUATAN ADAT AMBALAN PENEGAK

ADAT AMBALAN

BAB I
KELENGKAPAN SERAGAM

Pasal I
1.      Pakaian harus rapih dan lengkap dangan tanda – tanda kepramukaan.
2.      Memakai sabuk kepramukaan.
3.      Rambut harus rapih dan pendek.
4.      Kelengkapan selain  yang berhubungan dengan kepramukaan tidak boleh digunakan.

BAB II
KEDISIPLINAN

Pasal 1
Disiplin dalam waktu yang telah ditentukan

Pasal 2

Disiplin dalam berpakain dan perbuatan
  1. Dilarang Melakukan kegiatan lain yang keluar dari norma kepramukaan, dalam latihan atau kegiatan – kegiatan lain.
  2. Dilarang absen lebih dari tiga kali.
  3. Dilarang mengoleksi kasus lebih dari tiga kali.
  4. Tidak ada panggilan lain dalam latihan atau kegiatan, selain adik dan kakak.

Pasal 3
Disiplin dalam pembayaran
  1. Membayar uang kas Rp. ……..,- / latihan.
  2. Membayar uang lain yang ditentukan oleh panitia jika ada kegiatan dengan sepenuh hati.





BAB III
HUKUMAN

Pasal 1
  1. Hukuman ditentuakan oleh pemangku adat atau yang diberi mandat oleh pemangku adat.
  2. Jika pemangku adat bersalah hukuman ditentukan oleh dewan ambalan.

BAB IV
LAIN – LAIN
  1. Adat Ambalan diatas dapat diubah menurut tuntunan zaman.
  2. hal – hal yang belum ditetapkan dalam adat ambalan akan diselesaikan oleh dewan ambalan.

perubahan Adat Ambalan dilakukan oleh Dewan Ambalan dengan persetujuan anggota dan pembina.










Materi VII
TEKSPRAM
















A. KOMPAS

Kompas adalah alat bantu untuk menentukan arah mata angin. Bagian-bagian kompas yang penting antara lain :
    1. Dial, yaitu permukaan di mana tertera angka dan huruf seperti pada permukaan jam.
    2. Visir, yaitu pembidik sasaran
    3. Kaca Pembesar, untuk pembacaan pada angka
    4. Jarum penunjuk
    5. Tutup dial dengan dua garis bersudut 45
    6. Alat penggantung, dapat juga digunakan sebagai penyangkut ibu jari untuk menopang kompas pada saat membidik.
Image
Angka-angka yang ada di kompas dan istilahnya

KODE/TERTULIS
ARTI
DERAJAT/ANGKA
Nort
Urata
0/360
Nort East
Timur Laut
45
East
Timur
90
South East
Tenggara
135
South
Selatan
180
South West
Barat Daya
225
West
Barat
270
North West
Barat Laut
325

Cara Menggunakan Kompas
1.             Letakkan kompas anda di atas permukaan yang datar. setelah jarum kompas tidak bergerak lagi, maka jarum tersebut menunjuk ke arah utara magnet.
2.             Bidik sasaran melalui visir dengan kaca pembesar. Miringkan sedikit letak kaca pembesar, kira-kira 50  di mana   berfungsi untuk membidik ke arah visir dan mengintai angka pada dial.
3.             Apabila visir diragukan karena kurang jelas dilihat dari kaca pembesar, luruskan saja garis yang terdapat pada tutup dial ke arah visir, searah dengan sasaran bidik agar mudah dilihat melalui kaca pembesar.





B.   PETA PANORAMA
Tujuan dari pembuatan peta panorama ini adalah untuk menggambarkan keadaan suatu daerah dengan range atau sudut pandang tertentu.
Peralatan yang perlu dipersiapkan dalam pembuatan peta panorama ini adalah :
1.             Pensil Teknik 2B
2.             Penggaris panjang
3.             Kertas buffalo
4.             Kompas bidik
5.             Meja kerja

Yang harus diperhatikan dalam pembuatan peta panorama ini adalah :
1.        Arah Pandang atau Sudut Pandang
Batas sudut pandang yang diberikan dalam pembuatan peta panorama dapat berupa satu sudut atau dua sudut sebagai arah untuk penggambaran panorama atau pemandangannya. Untuk dua sudut pandang tidak akan menjadi masalah yang berarti karena kita tinggal membidik sudut yang telah ditetapkan tersebut untuk batas penggambaran panorama. Untuk satu sudut pandang maka untuk menentukan batas sudut pandang yang akan kita gunakan untuk menggambar panorama kita harus menambahkan sudut tersebut dengan 30  untuk daerah kanan dan mengurangi sudut tersebut dengan 30  untuk daerah kiri. Kemudian baru menggambar peta panoramanya.

2.        Penggambaran Batas Daerah
Setelah diketahui batas daerah yang akan digambar, maka langkah selanjutnya adalah membuat sket batas daerah satu dengan daerah lainnya, antara satu perbukitan dengan perbukitan atau perumahan dan lain sebagainya. Untuk penggambaran sket ini dibuat setipis mungkin karena hanya untuk pembatas dalam pembatas dalam penafsiran nanti.

3.        Pembuatan Arsiran
Untuk pembuatan arsiran ini merupakan tahapan penting dalam membuat peta panorama. Yang perlu diperhatikan adalah untuk daerah yang dekat dengan pandangan kita maka arsirannya dibuat berdekatan sekali, demikian seterusnya sampai pada daerah terjauh atau lapis paling atas dibuat renggang. Arsiran horisontal dipergunakan untuk daerah lautan, arsiran tegak atau vertikal untuk gunung, sedangkan untuk daerah yang landai (seperti perumahan, pepohonan) maka arsirannya dibuat agak miring (mendekati horisontal), untuk daerah yang agak curam (seperti perbukitan atau jurang terjal) maka arsiran dibuat miring mendekati tegak.
4.        Pembuatan Arah Utara
Arah utara ini diperlukan untuk mengetahui posisi menggambar kita dan juga sekaligus sebagai koreksi apakah arah yang digambar itu sudah benar. Biasanya arah utara dibuat pada posisi pojok kiri atas dengan gambar anak panah dan arahnya disesuaikan dengan arah kompas

5.        Penulisan Sudut Batas dan Keterangan Batas
Untuk sudut pandang sebelah kiri dan kanan hendaknya dicantumkan sekaligus dengan keterangan gambar yang sesuai dengan keadaan kemudian jangan lupa untuk memberikan penomeran pada masing-masing daerah sehingga mempermudah untuk pemberian keterangan nantinya.
C.     PETA PITA
Image
Tujuan pembuatan peta pita ini adalah untuk menggambarkan keadaan perjalanan yang telah dilakukan dari suatu tempat ke tempat lainnya.





Peralatan yang dipersiapkan dalam pembuatan peta pita ini adalah :
1.Pensil Teknik 2B
2.Penggaris panjang
3.Kertas pita peta
4.Kompas bidik
5.Meja kerja

Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan peta pita :
1.   Penentuan Skala
Hal ini erat kaitannya dengan jarak yang akan ditempuh selama melakukan perjalanan dengan kertas yang ada.
2.   Pembuatan Keterangan
Keterangan yang dimaksud adalah apa-apa yang dilihat selama melakukan perjalanan baik yang ada disebelah kiri maupun yang ada di sebelah kanan, yang perlu diperhatikan adalah tanda-tanda berupa bangunan-bangunan penting atau suatu daerah yang mencolok dan merupakan sesuatu yang mudah dilihat dan diperhatikan. Keterangan dituliskan dalam bentuk gambar peta dan tulisan.
3.   Penulisan Arah Utara, Jarak, dan Waktu
Arah utara digambarkan sesuai dengan arah utara kompas. Jarak dituliskan berdasarkan ukuran yang ada dengan skala yang sudah ditentukan. Untuk waktu bisa dilihat dengan jam sesuai saat berangkat dan tiba di setiap belokan.
Untuk pembuatan peta pita, setiap pergantian arah perjalanan maka harus kita gambarkan, demikian seterusnya sampai daerah yang kita tuju. Gambar keterangan peta dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Untuk lebih jelasnya bisa diperhatikan contoh berikut
Image 



























D.   PIONERING
1.      BIDANG TALI TEMALI
Dalam tali temali kita sering mencampuradukkan antara tali, simpul dan ikatan. Hal ini sebenarnya berbeda sama sekali. Tali adalah bendanya. Simpul adalah hubungan antara tali dengan tali. Ikatan adalah hubungan antara tali dengan benda lainnya, misal kayu, balok, bambu dan sebagainya.

Macam simpul dan kegunaannya
1.       Simpul ujung tali
Gunanya agar tali pintalan pada ujung tali tidak mudah lepas
2.       Simpul mati
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besar dan tidak licin
3.      Simpul anyam
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang tidak sama besarnya dan dalam keadaan kering
4.      Simpul anyam berganda
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang tidak sama besarnya dan dalam keadaan basah
5.       Simpul erat
Gunanya untuk memendekkan tali tanpa pemotongan
6.       Simpul kembar
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besarnya dan dalam keadaan licin
7.       Simpul kursi
Gunanya untuk mengangkat atau menurunkan benda atau orang pingsan

8.       Simpul penarik
Gunanya untuk menarik benda yang cukup besar













Untuk gambar macam-macam simpul dapat dilihat di bawah ini
Image


Macam Ikatan dan Kegunaannya
1.    Ikatan pangkal
     Gunanya untuk mengikatkan tali pada kayu atau tiang, akan tetapi ikatan pangkal ini dapat juga digunakan untuk memulai suatu ikatan.
2.    Ikatan tiang
     Gunanya untuk mengikat sesuatu sehingga yang diikat masih dapat bergerak leluasa misalnya untuk mengikat leher binatang supaya tidak tercekik.
3.    Ikatan jangkar
     Gunanya untuk mengikat jangkar atau benda lainnya yang berbentuk ring.
4.    Ikatan tambat
     Gunanya untuk menambatkan tali pada sesuatu tiang/kayu dengan erat, akan tetapi mudah untuk melepaskannya kembali. Ikatan tambat ini juga dipergunakan untuk menyeret balik dan bahkan ada juga dipergunakan untuk memulai suatu ikatan.



5.    Ikatan tarik
     Gunanya untuk menambatkan tali pengikat binatang pada  suatu tiang, kemudian mudah untuk membukanya kembali. Dapat juga untuk turun ke jurang atau pohon.
6.    Ikatan turki
7.    Gunanya untuk mengikat sapu lidi setangan leher
Ikatan palang,Ikatan canggah, Ikatan silang Dan Ikatan kaki tiga

Untuk gambar macam-macam ikatan dapat dilihat di bawah ini.


Image 
Image









2.      MENARA PANDANG

Sebelum Mempraktekan betulan membuat menara pandang, sebaiknya Kakak pembina membimbing peserta didiknya dengan membuat maket/ menara pandang mini. Hal tersebut mengajarkan bahwa sebelum kita membuat/ membangun suatu bangunan besar atau gedung sebaiknya merancang dalam bentuk kecil/ maket.
Tentu saja untuk membuat menara pandang ini dibutuhkan bambu yang sudah dipersiapkan dengan ukuran kecil dan benang kasur secukupnya. Nah untuk jenis simpul atau ikatannya tentunya anda bisa melihat di bab pionering. Membuat menara pandang termasuk salah satu kegiatan ketrampilan pioneering






E.   MENAKSIR
1.      MENAKSIR LEBAR
Metode menaksir lebar yang dapat dipergunakan antara lain :
                                                              i.      Melempar Tali
Cara ini bisa dikatakan mudah apabila sungai atau lebar yang diukur tidak terlalu lebar sehingga mudah untuk melemparkan tali ke seberang. Kemudian tali yang ditandai untuk mengukur tersebut diukur panjangnya.
                                                            ii.      Cara Segitiga
       Cara ini digambarkan sebagai berikut :
 Image
Rumus :
Jika  A = B maka C = D
Dimana C adalah lebar sungai yang dapat diukur dari panjang D atau cara segitiga berikut :


2.        MENAKSIR TINGGI
Metode yang dipergunakan dalam menaksir tinggi ada bermacam-macam sesuai dengan kondisi yang ada. Untuk metode penaksiran tinggi dapat diberikan sebagai berikut :
a.   Metode Segitiga
  
Rumus :  
Keterangan
A      : Jarak pohon dengan tongkat
B       : Jarak tongkat dengan mata pengamat
C       : Panjang/Tinggi tongkat/pembanding
D      : Tinggi pohon  
S A N D I – S A N D I

Sandi Kota I

A Bo   C Do  E Fo                                    U Vo
G Ho   I Jo    K Lo                             S To       W Xo
M No  O Po   Q Ro                                   Y Zo

Caranya :
A         I           R
                         o


Sandi Kota II



  A Bo Coo    D Eo Foo    G Ho Ioo                        
  J Ko Loo     M No Ooo   P Qo Roo      
  S To Uoo    V Wo Xoo   Y Zo

Caranya :
A         I           R
            oo          oo

Sandi ANGKA

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
A
B
C
D
E
F
G
H
I
J
K
L
M
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
N
O
P
Q
R
S
T
U
V
W
X
Y
Z

Caranya :

16
18
1
13
21
11
1
P
R
A
M
U
K
A


Sandi Kanji

Keterangan :

1                    :
2                    :
3                    :
4                    :
5                    :
                                                                         
S    I           A         G         A
































































Sandi AN

A
B
C
D
E
F
G
H
I
J
K
L
M
N
O
P
Q
R
S
T
U
V
W
X
Y
Z

Caranya :

C
E
N
Z
H
X
N
P
R
A
M
U
K
A


Sandi BALIK

A
B
C
D
E
F
G
H
I
J
K
L
M
Z
Y
X
W
P
U
T
S
R
Q
P
O
N

Caranya :

G
R
T
Z
T
I
G
A






MORSE

Pada Tahun 1832 Seorang Bangsa Amerika Bernama S. Morse  dapat menentukan tiligram morse yang menentukan abjad morse.
Adapun alat-alat yang dapat kita pergunakan anatara lain :  Pluit,Batery,Lampu dsb.
Ano
:  . _
Notes
:  _ .
Bonefarte
:  _ . . .
Omono
:  _ _ _
Coba-coba
:  _ . _.
Pertolongan
:  . _ _ .
Dominan
:  _ . .
Qorosamo
:  _ _ . _
Egs
:  .
Rahose
:  . _ .
Feterjonan
:  . . _ .
Sahara
:  . . .
Golongan
:  _ _ .
Tong
:  _
Himalaya
:  . . . .
Uniform
:  . . _
Islam
:  . .
Vivalamo
:  . . . _
Jagoloro
:  . _ _ _
Wardoyo
:  . _ _
Komando
:  _ . _
Xonanaxo
:  _ . . _
Limonade
:  . _ . .
Yonamoro
:  _ . _ _
Motor
: _ _
Zorolapar
: _ _ . .


SIMAPORE

0.1
: A

1.2
: H

2.3
: O

3.4
: T

4.5
:Perhatian

5.6
: X

6.7
: Z
0.2
: B

1.3
: I

2.4
: P

3.5
: U

4.6
: J

5.7
: Y



0.3
: C

1.4
: K

2.5
: Q

3.6
: V

4.7
: W

0.4
: D

1.5
: L

2.6
: R

3.7
: salah


0.5
: E

1.6
: M

2.7
: S



0.6
: F

1.7
: N


0.7
: G













Keterangan :

-          dari A ( 0.1 ) sampai D ( 0.4 ) tangan kiri sabagai patokan ( titik acuan ) dan tangan kanan memputar.
-          Kemudian dari E ( 0.5 ) sampai Z ( 6.7 ) tangan kanan sabagai patokan (titik acuan) dan tangan kiri memputar.





























VIII
PERTOLONGAN PERTAMA GAWAT DARURAT
( PPGD )















A.     P3K bagi pasien yang berhenti bernafas
Kalau seseorang tiba-tiba napasnya berhenti, apapun latar belakangnya, harus segera dilakukan nafas buatan. Cara yang paling praktis dan efisien untuk menyelamatkan nyawa orang tersebut adalah dengan jalan : meniupkan nafas ke paru-paru korban. Langkah-langkah pertolongan dengan napas buatan dari mulut ke mulut/hidung sebagai berikut :
1.   Kepala korban diletakkan dengan posisi dagu mendongak ke atas
2.   Rahang ditarik sampai mulut terbuka
3.   Penolong membuka mulut lebar-lebar dan ditempelkan ke mulut korban rapat-rapat dan pencet hidung atau tutup hidung korban dengan pipi, atau dapat juga dengan jalan tutup mulut korban rapat-rapat selanjutnya penolong menempelkan mulutnya ke hidung korban dan meniupnya.
4.   Tiup ke mulut/hidung korban, kepada :
a.    Orang dewasa secara teratur dan kuat ditiupkan 12 kali tiupan pada setiap menit.
b.   Anak-anak ditiupkan 20 kali tiap menit


1.   Pingsan (syncope)
Pingsan adalah suatu keadaan seseorang kehilangan kesadarannya. Hal ini sering terjadi karena kondisi fisik ataupun mental tidak baik. Cara mengatasi keadaan ini, sebelum melakukan tindakan perhatikan pernapasannya. Bila masih bernapas segera baringkan dengan posisi kepala lebih rendah dari dada dan kaki, pakaian yang kencang dilonggarkan. Badan dihangatkan. Pingsan karena kejiwaan agak sulit ditangani sebab biasanya disertai kejang ( misal dalam keadaan histeris ). Bila tidak bernapas, raba nadinya, bila tidak teraba, lakukan resusitasi jantung paru. Bila tidak dapat segera rujuk ke rumah sakit





2.   Gigitan hewan, Sengatan Serangga dan Racun dari Tumbuh-tumbuhan.
Kejadian gigitan/sengatan dari hewan maupun tumbuhan dapat terjadi pada rumah tangga. Mulai dari hewan kecil, seperti tungau, pinjal, lebah, nyamuk, kaki seribu, kelabang, sampai ular, anjing. Akibat yang nyata terlihat adanya perlukaan pada kulit dan adanya tanda peradangan ( merah bengkak, sakit/nyeri ). Pada kondisi yang lebih buruk dapat terjadi kekakuan / kelumpuhan bagian yang terluka. Khusus pada gigitan ular yang beracun ada dua lubang bekas masuknya taring ular berbisa. Cara mengatasi gigitan hewan ( anjing, kucing, kera ) korban ditenangkan luka dicuci dengan air bersih dan sabun, beri antiseptik balut, dan rujuk ke rumah sakit. Bila ada perdarahan hentikan perdarahan dengan cara seperti luka potong atau luka sayat. Jika luka karena sengatan serangga, segera lepas serangga dari tempat gigitannya, dengan menggunakan minyak pelumas, atau terpentin atau minyak cat kuku. Setelah terlepas (kepala dan tubuh serangga) luka dibersihkan dengan sabun dan diolesi calamine atau krim antihistamin. Bila tersengat lebah, ambil sengatnya dengan jarum halus, bersihkan dan oleskan krim antihistamin atau kompres es bagian yang tersengat. Bila menunjukkan adanya tanda-tanda membahayakan, seperti kepala berputar-putar, mual-muntah, pucat apalagi sampai sesak napas, segera rujuk ke rumah sakit. Sementara, penanganan gigitan ular beracun dengan melakukan torniquet antara bekas gigitan dengan jantung, istirahatkan bagian yang tergigit, seperti kita menangani patah tulang. Rujuk ke rumah sakit. Jangan melakukan sayatan silang dan menghisap darah dari luka sayatan tersebut, sebab selain membahayakan diri bagi yang menghisap darah, juga akan menimbulkan luka infeksi pada korban.







3.  Mimisan atau Perdarahan Hidung.
Kejadian ini sering terjadi pada anak-anak, baik karena dikorek-korek atau karena hal lain (demam). Cara mengatasi yang paling mudah dengan mendudukkan anak agak menunduk, cuping hidung kanan kiri dipencet bersamaan, dan bernapas melalui mulut. Tunggu sampai 10 menit. Bila darah masih keluar, segera rujuk ke rumah sakit. Penggunaan cara tradisional dengan daun sirih, dapat membantu menghentikan perdarahan karena daun sirih mengandung zat yang menyempitkan pembuluh darah.






4.      Keracunan.
Dalam rumah tangga keracunan dapat terjadi karena makanan/minuman misal keracunan singkong, bongkrek, jengkol, minuman lapen atau karena zat kimia seperti baygon, pemutih, racun tikus, dan lainnya. Keracunanan makanan dan minuman ditandai dengan gangguan saluran cerna, mual, muntah, sampai diare, kepala berputar-putar, pada keadaan yang berat dapat terjadi gangguan gangguan pernapasan dan dapat meninggal dunia, misalnya kejadian keracunan bongkrek di daerah Banyumas. Khusus untuk keracunan karena makan jengkol, ditandai dengan gangguan saluran kemih, berupa nyeri dan air seni sedikit. Cara mengatasi secara umum, bila baru terjadi dan korban masih sadar, dengan mengeluarkan bahan makanan dari lambung dengan memacu muntah. Caranya dengan mengorek tenggorokan dengan jari. Bila tidak sadar segera rujuk ke rumah sakit, apalagi telah muncul tanda kebiruan (sianotis) pada daerah-daerah ujung jari dan bibir. Untuk mengatasi keracunan kimiawi diperlukan penatalaksanaan khusus dan hanya dilakukan di rumah sakit. Akan sangat menolong bila korban yang dirujuk ke rumah sakit disertai dengan zat racun yang diminum/dimakan. Beberapa cara tradisional yang dilakukan dengan minum air kelapa muda dan sebagainya. Hal ini dapat dilakukan bila korban sadar. Jangan sekali-kali memasukkan makanan-minuman melalui mulut pada keadaan pasien tidak sadar.










TANDA – TANDA ALAM
Pramuka adalah juga pecinta alam lalu saking cintanya maka  harus mengenal tentang alam dan tanda-tandanya. Berikut pengenalan alam sekitar kita yang sering kita temui saat berkemah : 
1.             Kabut
Kabut tipis dan rata membumbung tinggi ke atas berarti kurangnya uap air di udara dan brtanda cuaca akan selalu baik.Cuaca terang benderang pada pagi hari bertanda buruk pada hari itu, apabila kemarin ada hujan.Langit yang ditutupi awan kemudian meulai terang pada pagi hari bertanda cuaca baik.Apabila ada kabut di atas lembah pada pagi hari bertanda cuaca baik, sedang di gunung akan turun hujan.
2.             Awan
Apabila langit diliputi awan yang tebal dan gelap berarti akan turun hujan yang deras.

3.             Matahari
Apabila matahari terbit berwarna merah dan diliputi garis-garis awan yang kehitaman bertanda ada hujan, apabila berwarna bersih dan terang dan bertanda hari baik. Matahari terbit dengan warna kemerah-merahan yang terang bertanda cuaca baik, apabila warna merah dicampuri garis kekuning-kuningan bertanda hujan lebat.
Apabila matahari terbenam dengan warna kekuning-kuningan/orange bertanda ada hujan, apabila dengan warna merah muda atau kekuning-kuningan bertanda baik, warna merah pada matahari terbenam berarti akan ada angin yang cukup kencang.
4.             Bintang
Apabila pada malam hari bintang di langit kelihatan terang sekali, maka pada malam itu cuaca akan baik, sedangkan bila nampak suram bertanda cuaca kurang baik/buruk.

5.             Bulan
Apabila terlihat terang dan bersinar berarti cuaca baik, tapi bila bulan diliputi awan yang gelap berarti hujan akan turun.
Apabila ada lingkaran putih (halo) yang melingkari bulan berarti tidak ada ketentuan cuaca pada hari itu.
6.             Binatang
Apabila kita perhatikan naluri binatang dengan seksama, yang ada hubungannya dengan cuaca maka, kita akan tercengang atas keganjilan-keganjilan yang dilakukannya dengan cara mereka, antara lain :
a.              Laba-laba
Akan bersembunyi bila cuaca akan buruk, dan rajin mengerjakan sarangnya apabila cuaca baik.



b.   Semut
Akan tetap di dalam lubangnya bila cuaca akan buruk, apabila mereka keluar dan berjalan mondar-mandir bertanda cuaca akan tetap baik.
c.      Lebah
Dengan melihat sarangnya; pada cuaca baik, mereka berterbangan jauh dari sarangnya/peternakan.
d.     Nyamuk
Apabila di pagi hari mereka mengganggu atau menggigit kita, maka berarti akan turun hujan.
Apabila pada matahari terbenam berterbangan kian kemari dan terbang berduyun-duyun bertanda cuaca baik.
Apabila selalu terbang di tempat yang gelap/ di dalam bayang/bayang bertanda cuaca akan buruk/datang hujan.


e.      Cacing
Apabila pada malam hari mereka menimbun tanah berbutir-butir di kebun, berarti akan turun hujan.
f.      Lintah
Kita dapat membuat barometer dari seekor lintah yang ditaruh dalam gelas berisi air, yaitu : Bila lintah melekat pada gelas di atas permukaan air, maka bertanda cuaca akan tetap membaik ; Apabila ia berdiam di dasar gelas bertanda cuaca buruk dalam waktu yang lama ; apabila akan datangtopan maka ia akan melekat erat-erat di gelas sedang ekornya digerak-gerakkan sekeras-kerasnya.
g.         Ikan
Akan melompat-lompat di atas air bila cuaca akan buruk.
h.        Burung Kepinis
Pada waktu cuaca baik mereka akan terbang tinggi sekali karena serangga tinggi pula terbangnya.
Apabila terbang rendah sekali bertanda cuaca buruk akan hujan. Bila cuaca buruk di pagi hari maka mereka tidak akan keluar dari sarangnya.
i.          Kelelawar
Mereka akan terbang mulai senja hari bila cuaca akan baik pada malam hari itu.
Bila mereka berdiam di dalam goa maka cuaca akan buruk.
j.          Asap
Bila asap naik dengan tegak lurus dan tinggi sekali maka cuaca pada hari itu akan tetap baik. Apabila asap naiknya mendatar dengan tanah/rendah maka cuaca akan buruk.Burung
























IX
Lagu-Lagu















Lagu-Lagu

Syukur

Dariatinku tegu,
Hati ikhlasku penuh,
Akan karuniamu,
Tanah air pusaka,
Indonesia merdeka,
syukur aku tembaka,
Kehariaratmu tuhan… 
( Cipt. Ibu Shud )

Berjumpa lagi….

disinilah…disini kita berjumpa lagi
disinilah…disini kita berjumpa lagi
salam…salam…salam…salam…salam…iyaaaa….

Dideumah…didieu urang pateupang deui
Dideumah…didieu urang pateupang deui
salam…salam…salam…salam…salam…euy….







lima Jari

Jari jempol
Jari k’lingking
Jari tengah yang panjang
Jari manis pake cincin
Jari k’lingking buat ngupil…


Makna Jari 

Dor…top….vis…metal…
Iya….iya..oo…
Lima hati
Empat hormat
Tiga…ek….
Dua..mmmmucah…
Satu kasihan dech loh….











Sama-sama punya…

Laki-laki
Aku punya pisang,
pisangnya pisang raja…
walau sebiji tapi rajanya pisang..

Perempuan
aku punya kue,
kue-nya keu serabi..
kalau di coba pastinya minta lagi

kalau begitu sama-sama punya…


Topi bundar

Topi saya bundar…
Bundar topi saya…
Kalau tidak bundar…
Bukan topi saya…

Keterangan ( Topinya diganti sama MMMM )






Obat kuat

Obat kuat ada 5 (lima) perkaranya..
Yang pertama susu madu campur jahe..
Yang ke-dua susu madu campur jahe..
Yang ke-tiga susu madu campur jahe..
Yang ke-empat susu madu campur jahe..
Yang ke-lima susu madu campur jahe..


Caca Marica

Mana dimana anak kambing saya
Anak kambing saya ada di kampong baru
            Mana dimana jantung hati saya
            Jantung hati saya yang pake baju biru
Caca marica hei….hei….. 2x
Caca marica yang pake baju biru


Selamat Datang

Selamat datang kaka 2x
Selamat datang kami ucapkan
Ya ya…. Ya ya…..
Terimalah salam dari kami yang
Ingin maju bersama-sama



Oto Bemo

Oto bemo roda tiga
Berhenti tengah kota
Kata nona terus saja
Tapi sopir diam saja
Oto bemo roda tiga


Sandal Jepit

Sandal  jepit sandal butut buatan jepang (tereret)
Aya warung sisi jalan rame pisan (tereret)
Meuli lotek di ladangan ku parawan (tereret)
Etana ancul anculan, naonana
Etana ancul anculan


Holoma-holoma dipatile

Holoma-holoma tipatile-tile 2x
Huh….
Dilo-dilosar…..Dilo-dilosar





Potong lalang

Satu orang pergi, pergi potong lalang
Dua orang pergi, sama kambing potong lalang
Tiga orang pergi, pergi potong lalang
Tiga, dua, satu orang pergi sama kambing potong lalang..
























LAGU YAPINAS

Yapinas di dadaku

Yapinas…..di dadaku,,
Yapinas….kebanggaanku,,
Ku yakin hari ini harus menang….

Yapinas is the best

T’rimalah salam kami,,
Orangnya pangki-pangki,,
Jangan melamun  saja,,
Dengan gaya ka…mi ini..
Yapinas…Yapinas…. is the best
Yapinas…Yapinas…. is the best
Yapinas…Yapinas…. is the best
Itulah kami……


Ayoo Yapinas

Inilah kami pangkalan dari SMP/SMK Yapinas
Orangnya pangki dan kece-kece se-Nusantara
Yoo……ayoo…..
Ayoo…. Yapinas ku ingin……kita harus menang
Yoo……ayoo…..
Ayoo…. Yapinas ku ingin……kita harus menang
Sayuan Kata


Dengan Ridho Allah SWT penulis dapat menyelesaikan materi tentang kepramukaan ini, tentu saja materi ini masih banyak kekurangannya mengingat keterbatasan kemampuan kami.
Di kehidupan ini tidak ada yang sempurna kecuali kita hanya berusaha untuk yang terbaik bagi orang lain dan berguna buat orang lain, hidup ini seperti air  yang akan selalu mengalir setiap waktu dan setiap saat, maka dengan itu awali hal kecil di hatimu.
orang beruntung adalah orang yang lebih baik dari hari kemarin” kata ini seperti cerminan buat kita untuk menjadi se-orang yang lebih baik.
Untuk itu kami selalu mengharapkan keritik, saran dan masukan agar kekurangan sekarang bisa diperbaiki masa yang akan datang.


Terimakasih….
Salam Pramuka……….



BIODATA PENULIS

Muhamad Abdullah Mukti, Lahir di Karawang, 28 Desember 1990. Tepatnya dilahirkan di dusun kecil dan terpencil ( Dusun Mekarsari Desa Sukasari Kecamatan Cibuaya Kabupaten Karawang-Jawa Barat). Anak dari H. Muhdi dan Hj. Yayah Rodiyah.
Riwayat Pendidikan
§  SDN Sukasari II, tahun 2002
§  MTs Al-Faridiyah Cibuaya, tahun 2005
§  MAN Rengasdengklok ( Jurusan IPA ) , tahun 2008
§  Universitas Islam Negeri ( UIN ) Sunan Gunung Djati Bandung, Tarbiyah Matematika sampai sekarang
Riwayat Organisasi Pramuka
§  Pinru Pramuka SDN Sukasari II 2000
Pelatihan PINRU di SDN Pejaten II tahun 2000
§  Anggota Pramuka MTs Al-Faridiyah 2002-2005
§  Pradana MAN Rengasdengklok 2007-2008
Pelatihan KPDK Penegak 2006
JAMNAS (Jambore Nasional) Santri Nusantara di Cibubur Jakarta 2006
JAMDA (Jambore Daerah ) Raemuna Daerah, Jatinangor Sumedang 2007
JAMCAB ( Jambore Cabang ) Perkemahan Santri, Buper Loji Karawang 2007



Kita hidup hanya punya dua pilihan
Berhasil atau Gagal

Namun orang yang berhasil bukan orang super.
Keberhasilan tidak memerlukan kecerdasan yang luar biasa.
Untuk meraih keberhasilan memerlukan
Kesabaran dan keuletan serta motivasi yang tinggi.
Keberhasilan ditentukan oleh ukuran dari keyakinan,
Anda bukan hanya berharap tetapi juga mampu meraihnya.






 

4 komentar:

  1. Salam Pramuka

    Kak, saya kakak pembina dari Gudep 05113-05114 Kabupaten Malang. Bisa ndak minta file dari materi kepramukaan ini, karena saya butuh banyak materi untuk berbagai persiapan perlombaan yang mau kami ikuti.

    Terima Kasih

    BalasHapus
  2. n kirim pesan ke 087859977050 klo boleh...

    Sekali lagi maksih
    Salam Pramuka

    BalasHapus
  3. kaka saya pembina pramuka dari pangkalan SDN Padomasan 01 Jombang Jember saya mohon izin mencopy file ini karena kebetulan ini yang saya cari mungki jika ada file gambarnya atau file lengkapnya tlong kirimkan ke saya melalui d.airo@yahoo.co.id trim sebelumnya salam Pramuka !!

    BalasHapus
  4. Salam Pramuka Saya Izin Mau minta file lengkapnya tolong kirimkan melalui email rangga.delpiero@gmail.com

    BalasHapus